Read This Post
if (flag == 1)
{
if (x == 0) // OC1A
{
TIMSK &= 0b11111011; // matikan interupsi VARIABEL YANG DIDEVINISIKAN
}
else
{
OCR1A = OCR1A-d;
x = OCR1A;
}
1.Dari potongan program di atas kita ambil if(x==0) X==0 ini merupakan intruksi yang berarti X itu merupakan register dari OCR1A yang berfungsi untuk mematikan interupsi yang bernilai 0 yaitu tidak ada. Dan juga untuk pengerak dari motor OCR1A.
if (PINA.0 == 1)
{
OCR1A = 0xffff;
x = OCR1A;
TCCR1A |= 0b11000000; // mode inverse OC1A
TCCR1B |= 0b00000010; // Aktifkan timer 1 MHz
flag = 1; // Putar motor ke kiri
TIMSK |= 0b00000100;
2.Dari potongan program Motor DC di atas kita ambil TCCR1A = 0b11000000 merupakan pemasukan nilai 0b11000000 ke register TCCR1A yang merupakan perintah untuk mengInverse nilai x yang beralamat di OCR1A.
3.Selanjutnya adalah flag=1 merupakan penginputan perintah PIN A menjadi ada yang berfungsi untuk memutar motor kearah kiri.
4.Yang terakhir ialah TIMSK = 0b00000100 merupakan set interuksi yang berfungsi mengaktifkan set interuksi yang di buat pada register PIN A.
Related Posts
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

No Response to "tugas ARKOM"
Posting Komentar